Mengambil Anak Pengemis Sebagai Anak Angkat, Tetapi Lelaki Ini Telah Ditipu Hingga Semua Hartanya Habis… Selepas Beberapa Tahun Sebuah Kereta Mewah Berhenti Depan Rumahnya !!!

Like Page Kami Di Facebook!

Jom Share...

Suatu hari, kakek yang suka mencampuri urusan orang lain ini, bertemu dengan seorang bocah jalanan. Kejadian ini pun perlahan-lahan terjadi. Awalnya hanyalah sebuah anak jalanan biasa, namun kemudian merubah seluruh hidup kakek Zhou.

Kakek Zhou hidup dengan sangat sederhana. Ia tinggal di sebuah rumah kecil bekas peninggalan kedua orangtuanya. Karena hidup dan tampangnya yang pas-pasan, kakek Zhou hidup sendirian, ia tidak memiliki keluarga. Yang paling menonjol dari kakek Zhou adalah sifatnya yang suka mencampuri urusan orang lain.

Suatu kali, ada sepasang suami istri yang sedang bertengkar di depan umum. Di tengah keramaian, tidak ada satu orang pun yang memperdulikan mereka. Namun kakek Zhou tidak tahan melihat hal ini, ia pun langsung datang dan berusaha melerai mereka berdua.

Tak disangka, sepasang suami istri ini malah memukul kakek Zhou, sehingga menimbulkan bekas luka di muka kakek Zhou. Hal ini pun menjadi perbincangan di desa hingga setengah tahun.

Di suatu pagi, kakek Zhou menjalani rutinitasnya seperti biasa. Sambil mengayuh sepeda tuanya, ia siap berangkat kerja. Dalam perjalanan, ia melihat ada anak kecil berumur 10 tahun sedang tidur di trotoar. Muka anak kecil tersebut sangat jorok, ditambah adanya bekas air mata di wajahnya.

Melihat hal tersebut, kakek Zhou menggelengkan kepalanya, lalu pergi meninggalkan tempat itu. Sampai sore hari, saat kakek Zhou pulang kerja, ia melihat lagi anak kecil tersebut di tempat yang sama. Anak kecil tersebut sekarang sedang berlutut di samping jalan, meminta uang pada setiap orang yang lewat.

Meskipun kakek Zhou juga miskin, namun karena sifatnya yang suka mencampuri urusan orang lain, kakek Zhou pun menghampiri anak tersebut dan berkata, “kalau kamu tidak masalah dengan kemiskinanku, ikutlah bersamaku. Setidaknya aku masih ada nasi yang bisa dimakan setiap hari, tidak akan membuatmu lapar.”

Anak kecil ini memandang kakek Zhou selama beberapa saat, lalu sambil mengintip-ngintip sekitarnya, akhirnya ia bangun dan mengikuti kakek Zhou. Sesampainya di rumah, kakek Zhou memberi minum anak ini, membantu memandikannya, dan memberikannya pakaian.

Anak ini memiliki tampang anak yang baik, di samping matanya juga ada tai lalat keberuntungan. Anak ini sangatlah pengertian, setiap paginya ia membantu kakek Zhou mencuci baju, memasak nasi dan membersihkan rumah. Kabar ini pun beredar di sekitar desa dan menjadi buah bibir banyak orang.

Beberapa tetangga yang baik pun menasihati kakek Zhou untuk mengusir anak tersebut keluar. Mereka mengatakan bahwa anak jalanan biasa punya hati yang sangat liar, dapat membawa bencana kedepannya. Namun kakek Zhou tidak menghiraukan semua ini, yang ia tahu hanyalah ia semakin menyukai anak kecil ini.

Satu bulan pun berlalu, hari itu tiba-tiba ada sepasang suami istri yang datang ke rumah kakek Zhou. Mereka datang sambil marah-marah, “hai kamu orang tua miskin, berani-beraninya mencuri anak kami!.” Kakek Zhou pun bertanya pada anak kecil ini, “apakah mereka orang tua mu?”. Dengan ketakutan, anak kecil ini menjawab, “yaa.. bu.. bukan.”

Kakek Zhou bertanya kembali kepada sepasang suami istri ini, “atas dasar apa kalian mengatakan bahwa kalian orangtuanya? Kalau kalian bisa memberikan bukti, tentu akan melepaskannya untuk kalian. Jika tidak, lebih baik kalian pergi saja.”

Sepasang suami istri semakin kesal dan berkata, “meskipun dia bukan anak kandung kami, namun dulu kami-lah yang memungut dia di jalanan. Kami menolongnya, membesarkannya selama 10 tahun. 10 tahun ini kami sudah menghabiskan uang yang tidak sedikit, sekarang dia menjadi pengemis adalah cara dia untuk membalas budi pada kami. Dan kamu malah membawanya pulang ke rumah mu. Di dunia ini mana ada yang gratis!”

Kakek Zhou kembali bertanya pada anak kecil ini, apakah perkataan kedua orang tersebut benar atau tidak, anak kecil tersebut pun menganggukkan kepalanya. Ternyata masih ada orang seperti ini di dunia! Kakek Zhou sangat marah dan bertanya kepada mereka, apa yang mereka mau agar bisa melepaskan anak kecil ini. Sepasang suami istri berkata sambil tertawa, “melepaskan anak ini, kami tentu saja rela. Tapi kamu harus memberi kami 10 juta!”

10 juta?! Kakek Zhou sendiri sudah hidup sangat pas-pasan. Setelah memeriksa seluruh uang tabungannya, Kakek Zhou hanya punya 20 juta. Ini adalah seluruh harta yang kakek Zhou punya. Dan sekarang mereka meminta setengah darinya.

Kakek Zhou pun menuju ke bank untuk mengambil uang 10 juta, dan memberikannya kepada suami istri tersebut. Suami istri tersebut saling pandang memandang, tidak ada yang mau mengambil uang itu. Kakek Zhou mengerti maksud mereka, mereka ingin harga yang lebih tinggi lagi!

Ia menghela napas, melihat anak kecil yang begitu kasihan itu, dan menarik sisa uangnya, 10 juta lagi. Terakhir, suami istri ini mengambil uang 13 juta.

Melihat suami istri berjalan menjauh, anak kecil ini langsung berlutut di hadapan kakek Zhou dan berkata, “pa, sekarang kamu adalah papa ku.”

“bangunlah anakku”, sambung kakek Zhou dengan bahagia.

Dua bulan berlalu, kejadian yang tragis pun menimpa kakek Zhou. Uang 7 juta yang kakek Zhou simpan dalam lemari menghilang. Anak kecil tersebut pun kabur dari rumah kakek Zhou. Kejadian ini kembali menjadi buah bibir banyak orang.

Ada yang mengatakan bahwa kakek Zhou sangat kasihan, tapi ada juga yang mengatakan bahwa itu sudah sepantasnya, sebab kakek Zhou terlalu suka mencampuri urusan orang lain. Tidak peduli apa yang dikatakan orang, kakek Zhou pura-pura tidak mendengar. Setiap hari ia mencari bayangan anak tersebut.

16 tahun pun berlalu, kakek Zhou kini sudah berumur 70 tahun lebih. Kondisi tubuhnya semakin hari semakin memburuk. Suatu hari, saat menjemur baju, ia tiba-tiba pingsan. Saat sadarkan diri, ia sudah dilarikan ke rumah sakit oleh tetangganya.

Dokter mengatakan bahwa ada tumor ganas yang tumbuh di otaknya. Namun karena umurnya sudah sangat tua, tidak memungkinkan kakek Zhou untuk menjalankan operasi. Ia hanya bisa memakan obat-obatan untuk menjaga kondisi tubuhnya, dan istirahat dengan baik di rumah.

Terakhir, dokter memberikannya resep obat, dan menyuruhnya ke apotik untuk menembus obat-obatan tersebut. Namun karena kakek Zhou tidak memiliki uang lagi, ia pun langsung berjalan pulang ke rumah, sambil berkata dalam hati, makan obat juga pasti mati.

Di dalam hati kakek Zhou, ia hanya menunggu hari kematiannya tiba. Tak berapa lama setelah itu, sebuah mobil mewah berhenti depan rumahnya. Seorang pemuda berpakaian sangat rapih dengan istrinya turun dari mobil tersebut. Pemuda tersebut memanggil kakek Zhou, “Pa…”

Kakek Zhou sangat kaget, dan memandang pemuda tersebut cukup lama. Ia kemudian mengenali muka pemuda tersebut, dan juga tai lalat di samping matanya. Kakek Zhou pun langsung menangis di tempat. Pemuda tersebut berlutut di depan kakek Zhou, sambil menangis ia berkata, “pa, waktu dulu aku benar-benar ingin menjadi anakmu, hidup bersama denganmu, namun orangtua tiri ku yang mengambil uang dari mu itu, diam-diam mencari ku lagi.

Mereka memaksa ku untuk mencuri semua uangmu dan pergi bersama mereka, jika tidak mereka mengancam untuk membakar rumah mu. Aku takut kamu kenapa-kenapa, jadi… aku pun kabur dari rumah, menuruti permintaan mereka. Aku sangat ingat mencari kamu kembali, namun aku takut kamu tidak akan percaya padaku lagi. Pa, maafkan aku!”

Kakek Zhou pun memeluk pemuda tersebut, “aku tahu, kamu pasti anak yang baik.” Pemuda tersebut dan istrinya akhirnya menjaga kakek Zhou dengan baik. Mereka membawa kakek Zhou ke rumahnya. Dan memanggil dokter terbaik untuk merawat kakek Zhou.

sumber


Lagi Heboh

Loading...